Waktu Untuk Ayahku
Sering aku bilang Cinta...
Sering aku bilang Rindu...
Tapi aku hanya diam,
Bukan tentang waktu,
Bukan tentang jarak,
Bukan tentang kerutan di wajahmu,
Tapi tentang semua rasaku
Melihatmu duduk dan membaca koran,
Melihatmu tertawa karena senang,
Melihatmu cemas karena aku tak
pulang-pulang,
Melihatmu diam karena menahan amarah
Mengingatmu hanyalah suatu rindu yang
mendalam,
Ayah, ,
Pagi dan senja hanyalah hitungan detik,
Malam dan siang hanyalah permainan
waktu,
Maka jika memang waktu hanya masalah
permainan,
Aku ingin menjadi pemainnya,
Aku ingin menjadi detik disetiap
hembusan nafasmu,
Aku ingin menjadi menit disetiap tetes
keringatmu,
Aku ingin menjadi waktu di hari-harimu.
Aku ingin mengulang lagi, dan lagi,,
Menjadi bayimu, balitamu, anakmu yang
baik untukmu,
Yang benar-benar baik untukmu,
Aku ingin memantaskan diri untuk semua
yang kau beri,
Ayah,,
Ijinkan aku menjadi anakmu yang manja,
lagi dan lagi,,,
sebelum pagi berganti senja...
(Yosika, Malang, 15 Mei
2014 (Waktu untuk ayahku)
Komentar
Posting Komentar