IPK apakah wajib tinggi???





"IPK apakah wajib tinggi?".
nggak kok, nggak wajib karena yg wajib adalah shalat 5 waktu.  Teman-teman, jika memiliki IPK tinggi tentunya suatu kebanggaan tersendiri, memiliki target untuk mencapai IPK tertentu adalah hal yang mungkin saja perlu. Tapi, apakah IPK wajib tinggi? itu pertanyaan yg biasa dijumpai.
maka saya akan menjawab begini (maaf karena ini hanya opini pribadi mungkin saja berbeda dengan opini lainnya).

IPK menurut saya adalah sesuatu yang perlu diperjuangkan sesuai dengan kemampuan optimal kita,  sebab IPK adalah "hadiah/apresiasi" kita untuk jerih payah orangtua yg membiayai dan mempercayai kita untuk kuliah. Orangtua kita adalah orang pertama yang layak mendapatkan apresiasi langsung dari kita sebagai anak dan sebagai mahasiswa yang bertanggungjawab atas sponsor terbesar dalam hidup kita, jangan lupakan jika orangtua kita adalah penyokong dana terbesar kita, terutama dalam hal pendidikan.

Lantas, apakah IPK harus tinggi? itu adalah pertanyaan subyektif, setiap orang memiliki standardnya masing-masing, standard satu dengan yang lainnya pastinya berbeda, sebab setiap orang memiliki visi dan misi yang berbeda pula

Target IPK adalah tentang seberapa besar usaha halal kita untuk mengapresiasi jerih payah orangtua kita. Ingat ya, usaha halal. Mengapa demikian? Bukankah kita mendapatkan biaya pendidikan tersebut hasil jerih payah orangtua kita didapatkan secara halal, diusahakan dengan keringat bercucuran, dan doa di setiap shalat mereka bahkan ketika kita sedang menghadapi ujian, orangtua kita dengan segala keikhlasan hati dan harapan terbaiknya memanjatkan doa untuk keberhasilan kita. Lantas, apakah usaha yang demikian akan dengan mudah kita khianati dengan pencapain tanpa kehalalan? Tentu saja itu tak adil, bukan?.

Dari Abu Abdullah An Nu’man bin Basyir Radhiallahu ‘Anhuma, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Aalihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya yang halal adalah jelas dan yang haram juga jelas dan di antara keduanya terdapat perkara yang samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menghindar dari yang samar maka dia telah menjaga agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjatuh dalam perkara yang samar maka dia telah terjatuh dalam perkara yang haram, seperti penggembala yang berada dekat di pagar milik orang lain dikhawatiri dia masuk ke dalamnya. Ketahuilah setiap raja memeliki pagar (aturan), aturan Allah adalah larangan-laranganNya. Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging jika dia baik maka baiklah seluruh jasad itu, jika dia rusak maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

So, kesimpulannya...
IPK adalah bentuk apresiasi kita untuk orangtua kita yang wajib didapatkan dengan proses yang halal. proses yang akan terkenang, bukan sekadar proses untuk mencapai suatu tujuan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“STOP MEMINJAMKAN HATIMU PADA YANG LAIN, TITIPKAN IA PADA ALLAH”

Implementasi Nilai-Nilai Islam dalam Keluarga untuk Mengatasi Permasalahan Emosi dan Perilaku Anak

Waktu Untuk Ayahku