Postingan

Membangun Cinta, Bersama Siapa?

Gambar
Pernah nggak teman-teman membaca buku “Berjuta Rasanya” karya Tere Liye tepat di sub-bab; “Cintanometer”. Disana jelaskan secara gamblang bahwa Cintanometer adalah alat untuk mendeteksi perasaan cinta lawan jenis terhadap pasangannya. Ini adalah kutipan dari “Berjuta Rasanya; Cintanometer” karya Tere Liye di bawah ini:  “Dewan kota akan menciptakan alat pendeteksi cinta. Sebut sajalah namanya cintanometer. Bentuk fisiknya kurang lebih mirip freehand telepon genggam yang kalian kenal selama ini. Dicantolkan di telinga, dan ia dengan kecanggihannya akan memberitahukan perasaan yang sedang dipikirkan oleh lawan jenis di hadapanmu. Bagaimana caranya? Tidak jelas juga seperti apa. Terlalu rumit untuk dituliskan. Tetapi kurang lebih cintanometer akan mendeteksi gesture tubuh, kadar pheromon, getaran arus listrik yang timbul dari detak jantung pasangan Anda, medan elektromagnetik yang muncul dari sekujur kulitnya, sinyal alpha dari bola matanya, frekuensi dan lamda getaran su...

IPK apakah wajib tinggi???

"IPK apakah wajib tinggi?". nggak kok, nggak wajib karena yg wajib adalah shalat 5 waktu.  Teman-teman, jika memiliki IPK tinggi tentunya suatu kebanggaan tersendiri, memiliki target untuk mencapai IPK tertentu adalah hal yang mungkin saja perlu. Tapi, apakah IPK wajib tinggi? itu pertanyaan yg biasa dijumpai. maka saya akan menjawab begini (maaf karena ini hanya opini pribadi mungkin saja berbeda dengan opini lainnya) . IPK menurut saya adalah sesuatu yang perlu diperjuangkan sesuai dengan kemampuan optimal kita,   sebab IPK adalah "hadiah/apresiasi" kita untuk jerih payah orangtua yg membiayai dan mempercayai kita untuk kuliah. Orangtua kita adalah orang pertama yang layak mendapatkan apresiasi langsung dari kita sebagai anak dan sebagai mahasiswa yang bertanggungjawab atas sponsor terbesar dalam hidup kita, jangan lupakan jika orangtua kita adalah penyokong dana terbesar kita, terutama dalam hal pendidikan. Lantas, apakah IPK harus tinggi? itu...

Implementasi Nilai-Nilai Islam dalam Keluarga untuk Mengatasi Permasalahan Emosi dan Perilaku Anak

Gambar
Implementasi Nilai-Nilai Islam dalam Keluarga untuk Mengatasi Permasalahan Emosi dan Perilaku Anak   Oleh : Yosika Septi Mauludina (201310490311077) Program Study Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2014 Kata Pengantar Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat ALLAH S.W.T yang telah memberikan petunjuknya dalam menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul “Implementasi Nilai-Nilai Islam dalam Mengatasi Permasalahan Emosi dan Perilaku Anak” Makalah ini saya susun guna memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Tumbuh Kembang sebagai tugas tengah semester, selain itu makalah ini saya tulis agar kita dapat mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al- Qur’an dan hadits untuk mengatasi permasalahan gangguan emosi dan perilaku pada anak. Dalam menyelesaikan makalah ini saya membutuhkan banyak referensi dari berbagai sumber terkait sehingga makalah ini dapat selesai te...